Hidup Hemat, Saatnya Beralih ke Biogas

22 Desember 2016

Koran Fajar Sulsel, Pangkep – Warga Kabupaten Pangkep patut berbangga. Sebab, solusi untuk mengatasi kenaikan harga gas elpiji yang tinggi setiap tahunnya sudah teratasi. Warga cukup memanfaatkan kotoran ternaknya untuk menjadi biogas.

Program ini pun telah mulai dijalankan. Desa Batara, Kecamatan Labakkang pun menjadi tempat pertama pemanfaatan biogas tersebut. Warga di desa ini diajak untuk memanfaatkan kotoran ternak utamanya untuk menjadi bahan biogas.

Cukup membuat reaktor biogas, warga telah bisa mengubah kotoran ternak miliknya menjadi gas untuk kebutuhan dapur rumahnya.

Pemkab Pangjep pun mendukung program tersebut. Bak gayung bersambut, lembaga Hivos yang bergerak di bidang energi alternatifpun menyatakan kesiapannya untuk membantu masyarakat menggunakan jasa biogas.

“Alhamdullilah kita sudah punya solusi untuk mengatasi kebutuhan gas. Saat ini memang masyarakat sangat bergantung dengan gas elpiji. Tapi, harga yang terus naik membuat warga resah. Kami dari pemerintah pun sudah punya solusi. Dengan Hivos kita bisa kembangkan pengolahan kotoran ternak menjadi biogas yang sangat hemat dan bermanfaat,� Bupati Pangkep, Syamsuddin A. Hamid saat launching pemanfaatan energi biogas di Desa Batara, Rabu 21 Desember.

Syamsuddin A. Hamid pun berjanji akan menyukseskan program yang dijalankan Hivos tersebut. Dia pun menyiapkan Desa Batara sebagai desa percontohan di Kabupaten Pangkep. “Kita memulai start di sini. Kita harus menjadi contoh untuk daerah lain. Pemanfaatan biogas baru pertama di sini,� katanya.

Koordinator Green Energi Hivos SEA, Robert de Groot mengungkapkan bahwa program ini merupakan solusi keterbatasan energi yang ada. Dengan memanfaatkan biogas, keuntungan yang didapatkan masyarakat sangat banyak, utamanya hemat uang dan ampas kotoran ternak bisa menjadi pupuk.

“Mungkin kalau dihitung-hitung yang dikeluarkan warga setiap tahun untuk beli gas bisa mencapai tiga kali lipat dari pemanfaatan biogas. Kami pun siap membantu masyarakat untuk menyukseskan program ini dan bertindak sebagai pendampung,� jelasnya.

Biogas semacam ini pun sangat tepat diterapkan bagi masyarakat petani atau peternak, asal mereka memiliki hewan ternak baik itu sapi atau pun kambing.

“Potensinya luar biasa untuk mengurangi beban pemerintah dalam penyediaan gas, khususnya untuk kebutuhan rumah tangga,� lanjut pria asal Belanda tersebut.

Share this: