BIRU, Menuju Mandiri Energi

5 September 2016

pengetahuanhijau.com - BIRU (Biogas Rumah), merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Konsorsium Hivos – Yayasan Rumah Energi (YRE)  dalam Program Terang melalui pendanaan MCA-Indonesia pada Hibah Window 1B (Hibah Kemitraan Kemakmuran Hijau). Kegiatan ini tentunya dihajatkan tidak hanya untuk misi penyelamatan lingkungan serta penurunan emisi karbon akibat aktivitas pertanian dan peternakan, tetapi lebih dari itu adalah menuju masyarakat yang mandiri energi serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. BIRU, bukanlah hal pertama kali dilakukan oleh Hivos-YRE. Namun kegiatan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2009. Namun melalui pendanaan MCA-Indonesia Hivos-YRE memperluas areal kerja serta memprioritaskan wilayah di seluruh pulau Lombok yang memiliki potensi tetapi belum tersentuh program, salah satunya adalah Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Sembalun merupakan kecamatan yang terletak di lembah gunung Rinjani. Kecamatan ini  terletak pada ketinggian 1150-1200 m dpl dengan panorama pegunungan yang mengelilinginya, udara yang masih begitu bersih dan sinar matahari yang terasa begitu dekat. Selain terkenal dengan hasil pertanian daerah dataran tinggi, Sembalun juga memiliki populasi sapi yang mencapai 7.887 ekor (BPS, 2015). Hal ini merupakan sumber daya yang sangat memadai untuk dibangun digester biogas di rumah-rumah penduduk. Harapannya, dari Biogas Rumah (BIRU) ini masyarakat tidak hanya memanfaatkan gas yang dhasilkan hanya untuk kebutuhan memasak saja, melainkan juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber penerangan. Tidak hanya itu, ampas biogas (bio slurry) yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian baik yang berupa cair maupun padatan. Pupuk organik hasil biogas ini bisa dimanfaatkan untuk lahan pribadi ataupun sebagai pemasok kebutuhan lahan petani lainnya. Dimana kebutuhan kompos mencapai 15 ton pertahunnya. Namun selama ini kompos tersebut masih didatangkan dari luar Sembalun, hal ini karena tingginya kebutuhan petani akan pupuk kompos khususnya untuk tanaman kentang sedangkan penduduk setempat belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Tentu ini merupakan peluang usaha bagi masyarakat, tidak hanya mandiri energi tetapi juga tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat.

Beberapa hal tersebut juga menjadi pertimbangan Hivos-YRE untuk melaksanakan Pelatihan Calon Tukang dan Supervisor di Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun. Pelatihan ini dihadiri oleh 14 orang perwakilan dari Mitra konstruksi dari Hivos-YRE yang tersebar di seluruh Kabupaten yang ada di Pulau Lombok seperti Yayasan Sumber Daya dan Lingkungan untuk Pelestarian Lingkungan (YSLPP), Mason Group (MG) Sangkareang, MG. Manjadda dan CV. Palapa Abadi. Dari 14 orang peserta tersebut, 12 orang diantaranya dipersiapkan untuk menjadi tukang dan dua orang lainnya menjadi supervisor. Pelatihan calon Tukang dan Calon Supervisor ini akan dilaksanakan selama 7 hari yaitu dari tanggal 2 – 8 September 2016 serta pengukuhan tukang dan supervisor pada tanggal 9 September 2016.

Tukang dan supervisor yang dilatih ini dipersiapkan untuk membantu 60 tukang dan 14 supervisor yang sebelumnya sudah ada untuk membangun 1600 unit digester di seluruh wilayah kerja Program Terang selama hampir dua tahun ke depan. Pemilihan Sembalun sebagai lokasi Pelatihan disambut baik oleh Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat. Harapannya, dengan dipilihnya Sembalun sebagai lokasi pelatihan akan mampu mengubah pola pikir masyarakat serta membuka pengetahuan mereka untuk mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi lebih bermanfaat. Sehingga tujuan desa untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri dapat terwujud.

Sumber: http://www.pengetahuanhijau.com/berita/biru-menuju-mandiri-energi

Share this: