Selamat Datang di Kampung Green Energy

13 Agustus 2016

pengetahuanhijau.com - Julukan Kampung Green Energy sepertinya memang pantas di sandang oleh Dusun Sentul Asli. Hal ini karena semua penduduknya menggunakan biogas sebagai sumber energi khususnya untuk kebutuhan memasak. Untuk sampai di dusun ini, kita akan melewati jalanan tanah berbatu dan sedikit menanjak. Tapi pemandangan hijau terhampar di sisi kiri dan kanan membuat perjalanan yang lebih dari 100 km dari Kota Mataram ini  menyenangkan.  Jelas terllihat bahwa lahan di sekitar dusun yang terletak di Desa Pendua Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara ini cukup subur, air yang jernih mengalir deras di parit-parit dipinggir jalan, dua-tiga kali kita akan menemukan kandang sapi kolektif milik kelompok peternak setempat. Dari kandang kolektif inilah penduduk mengambil Kotoran Hewan (kohe) untuk mengisi reaktor yang mereka selain dari kandang pribadi milik mereka.

Dusun Sentul Asli yang dihuni oleh 55 kepala keluarga ini mengenal Biogas dari Kotoran Hewan (Sapi) sejak tahun 2010 melalui program Biru (Biogas Rumah) yang dilaksanakan oleh Hivos bersama dengan Rumah Energi. Sejauh ini masyarakat setempat hanya memanfaatkan biogasnya saja. Untuk itu, melalui program Gading yang didanai oleh MCA – Indonesia (Millenium Challenges Account Indonesia), Konsorsium Hivos – Yayasan Rumah Energi (YRE) melanjutkan pendampingan di dusun tersebut agar penduduk mendapatkan manfaat yang lebih banyak tidak hanya dalam bentuk biogas saja. Untuk Itu, pada tanggal 13 Agustus lalu Hivos-YRE memberikan penyuluhan dan pelatihan untuk memaksimalkan manfaat limbah biogas yang sering disebut dengan bioslurry.

Bioslurry memiliki manfaat yang tidak kalah dengan biogas yang dihasilkan. Ampas biogas (bioslurry) bisa dipergunakan sebagai pupuk organik baik berupa pupuk cair maupun padatan. Hal ini karena bioslurry (padat/cair) ini mengandung mikroba yang dapat memperbaiki kondisi tanah.

Selain menjadi Pupuk (cair dan Padat) bioslurry juga dapat dimanfaatkan untuk beraneka kegunaan, diantaranya pertama bioslurry Segar, bisa dimanfatkan sebagai media budidaya cacing dan pupuk kucing, pupuk dasar lahan dan kolam, media campuran budidaya cacing Tubifex dan belut, serta campuran budidaya Azolla dan Lemna. Kedua, bioslurry padat dimanfaatkan sebagai pupuk dasar lahan dan kolam, media campuran budidaya cacing tubifex dan belut, pembenah tanah, campuran media jamur serta campuran pakan alternatif untuk ikan dan bebek. Ketiga, biolsurry cair tersaring bisa dimanfaatkan sebagai pupuk hayati, pestisida organik, dekomposer, hormon tanaman. Pelindung benih serta anti bau untuk kandang.

Di dusun Sentul Asli sejak beberapa bulan terakhir ini sudah mulai memanfaatkannya menjadi pupuk cair dan kompos pada lahan pertanian mereka. Beberapa komoditi yang dicobakan adalah cabe, tomat dan pepaya. Untuk memaksimalkan pengembangan hortikultura di dusun ini maka masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Horsepen (Hortikultura Sentul Asli Pendua) ini mendapatkan pendampingan dari Konsorsium Petuah (Unram) yang juga merupakan salah satu Grantee pada Green Knowledge MCA – Indonesia Dengan pendampingan kedua grantee ini diharapkan akan mempercepat terwujudnya mimpi Kelompok Tani Horsepen menjadi Kelompok Tani Organik. Selain itu, dengan potensi bioslurry yang ada penduduk didorong untk bisa mengolahnya menjadi kompos serta pengembangan duckweed. Produksi yang dihasilkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan konsumen di kabupaten lain.

Sumber: http://www.pengetahuanhijau.com/berita/selamat-datang-di-kampung-green-energy
Share this: