Pertemuan dan Sosialiasi Stakeholders BIRU

3 Juni 2016

Bandung, Bappeda Jabar – Sejak tahun 2009 hingga sekarang, Program Biogas Rumah (BIRU) telah memiliki wilayah kerja sampai 10 provinsi di Indonesia, di antaranya Jawa Barat, Lampung, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Banten.

Program yang terkait kebijakan nasional dan daerah soal energi baru dan terbarukan tersebut diinisiasi oleh Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Hivos pada tahun 2009, dan sejak tahun 2013 dikelola oleh Yayasan Rumah Energi. Hingga saat ini, BIRU turut dibiayai oleh pemerintah daerah khususnya Jawa Barat dan memiliki potensi untuk meluaskan kerja sama dengan perusahaan/lembaga lain.

Hal itu dijelaskan oleh Kepala Subbid Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Bappeda Provinsi Jawa Barat, Ani Widiani ST., MSHS di Ruang Sidang Ir. H. Soehoed Warnaen Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat dalam agenda kegiatan bertema Pertemuan Pemangku Kepentingan Program Biogas Rumah (Biru) Koordinasi Stakeholder BIRU.

Pertemuan tersebut juga berupa sosialisasi menyoal program Biogas Rumah (BIRU) oleh Yayasan Rumah Energi kepada masyarakat Jawa Barat di Ruang Sidang Soehoed Warnaen, 1 Juni 2016, pukul 10.00 WIB, difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Jawa Barat.

Di kesempatan tersebut, hadir wakil dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat Dadan Ramdani, Koordinator Provinsi Jawa Barat dan Organic Fertilizer Specialist BIRU Yudha Hartanto, Direktur Eksekutif Yayasan Rumah Energi Lina Meutia Moeis, perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta sejumlah masyarakat dari pelbagai kelompok, para pengusaha dan perbankan.

Ani menambahkan, bahwa pemanfaatan energi baru terbarukan telah menjadi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang juga memiliki prioritas terkait program energi baru terbarukan dan sudah tercantum di dalam Perda No 25 tahun 2013 tentang RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah).

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memprioritaskan pembangunan di bidang energi dan sumber daya mineral yaitu peningkatan, pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan melalui program pembinaan, pengembangan tenaga kelistrikan dengan pemanfaatan energi dengan sasaran meningkatkan energi baru terbarukan. Secara kebijakan kami sudah mengakomodir konsern kami di Jawa Barat untuk energi baru terbarukan ini, jelas Ani.

Ani berharap bahwa BIRU dapat disosialisasikan lebih baik dan melibatkan lebih banyak partisipasi masyarakat.

Kami harapkan acara ini dapat memberikan pemahaman tentang pemanfaatan energi baru terbaru hingga dapat terimplementasi di kabupaten/kota di Jawa Barat, pungkasnya.

(Sumber: http://bappeda.jabarprov.go.id/pertemuan-dan-sosialiasi-stakeholders-biru/)

Share this: