Manisnya Probiotik, Segudang Manfaat bagi Petani dan Peternak Kambing

18 Mei 2016

Asal Mula

Mohammad Makruf, 50 tahun, salah seorang penggiat pertanian alami (natural farming) yang tergabung dalam Kelompok Tani Organik  (KTO) Sri Lestari adalah sosok yang tekun dan ulet. Ia bersama enam orang kawan petaninya adalah perintis pertanian alami di Kawasan DAM KB VI Pekalongan, Lampung Timur. Sejak berdiri pada  tahun 2004, KTO Sri Lestari bermitra dengan Yayasan Lembaga Pembinaan Masyarakat Desa (YLPMD) Lampung untuk melakukan pendidikan bagi petani pedesaan. Ayah tiga orang anak ini adalah putra dari Bapak Salimu, tokoh agama Pedukuhan Blok 25, Desa Adijaya, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, seorang Modin desa yang semasa hidupnya senantiasa mendukung gerakan pertanian alami.

Sebuah kesempatan emas datang pada tahun 2007 saat ada panggilan untuk mengikuti pelatihan pertanian Alami di Desa Sigong, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah yang diprakarsai oleh Sekretariat Bina Desa (SBD) Jakarta. Betapa tidak menyenangkan, tatkala sedang semangat belajar pertanian alamai, ada panggilan lain untuk belajar dimana akan bertemu dengan para petani alami dari berbagai penjuru tanah air. Di sinilah Mohammad Makruf bertemu dengan Mustakim petani asal Lamongan Jawa Timur dan memberinya resep pembuatan probiotik yang fenomenal. Sekembalinya ke Lampung ia membagikan resep itu kepada teman-temannya, dan berharap agar semua petani dan peternak kambing tahu cara pembuatan probiotik, agar tidak perlu membeli karena proses pembuatannya mudah dan murah.

Sampai saat ini, sudah ratusan petani di Lampung yang telah piawai membuat probiotik dimana fungsinya tidak hanya sebagai pupuk cair, tetapi bisa untuk menetralkan polusi kandang, pembuatan Mikroba III dan starter kompos.

Terintegrasi dengan Biogas Rumah

Dua buah ember besar kapasitas 20 liter tertata dipinggir kandang, tampak baru saja diisi kotoran kambing plus air bersih, aroma sedap bak nasi liwet masih tercium dari botol ukuran 1,5 liter sebagai starter untuk penghancur bulatan kotoran kambing. Campuran dalam wadah itu akan dimasukkan dalam inlet reaktor biogas setelah dua hari direndam.

Adalah Budi Wahyono, 40 tahun, pengguna Biogas Rumah (BIRU) YLP 0043 dari Dusun Sawo Jajar Desa Batangharjo Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, pemilik dari 43 ekor kambing. Awalnya ketertarikan pada BIRU sejak tahun 2013, tetapi tertunda karena program kredit tidak jadi terlaksana dan galian digester terbengkalai hampir dua tahun.

Atas dorongan dari rekan-rekannya akhirnya reaktor bisa terbangun pada bulan Februari 2015. Keberanian dari suami Wiwik Damayanti ini membangun reaktor dari kotoran kambing karena sebelum membangun Biogas ia telah mengetahui manfaat probiotik dari Mohammad  Makruf. Probiotik dibuat saat itu dimanfaatkan untuk menghilangkan polusi kandang dengan cara menyemprotkan ke atas kotoran kambing di bawah kandang, ketika dikumpulkan untuk diangkut ke sawah bulatan kotoran kambing hancur dan tak berbentuk bulat lagi. Mulai saat itu ia yakin biogas bisa diisi dengan kotoran kambing.

Hasil yang didapat, pengisian lebih mudah karena kotoran kambing telah hancur walaupun ia harus menyediakan wadah tambahan, apalagi gas yang dihasilkan jauh lebih besar tak jarang air indikator pada manometer muncrat keluar akibat tingginya tekanan.

Selain memanfaatkan probiotik, ayah satu orang anak ini juga membuat nutrisi rempah-rempah yang ia campurkan ke dalam cacahan rumput, sehingga kambingnya lahap makan. Apabila kita melihat ke kandang tidak ada pakan yang tersisa, semua dihabiskan. Inilah ciri dari kambing yang sehat.

Cara Membuat Probiotik

Bahan yang diperlukan:

1. Gula Merah : 1 kg

2. Dedak : 1 kg

3. Telur Bebek : 3 butir

4. Perasan batang pisang  : 2 gelas

terfermentasi/busuk

5. Air Kelapa : 1 ½ liter

6. Air : 2 liter

Cara membuat:

1. Gula direbus dengan air 1 ½ liter sampai mendidih, dinginkan dan telur dikocok sampai mengembang.

2. Dedak dicampur dengan air 2 liter, diperas lalu disaring.

3. Semua bahan dicampur dan dimasukkan dalam botol/jirigen, lalu ditutup erat-erat, letakkan di tempat yang teduh selama 5 hari sampai satu minggu (ingat, botol akan mengeras, setiap saat dibuka). Tanda probiotik telah jadi adalah aroma harum.

Pemakaian pada pupuk padat:

1. Pupuk kandang : 3 kantong

2. Arang sekam : 1 kantong

3. Probiotik :1½gelas ditambah 10 liter air

4. Arang sekam dan pupuk kandang diaduk dan dibasahi dengan adonan probiotik. Dibuat gundukan, setelah 5 hari diaduk.

Pemakaian pada pupuk cair

1. 1 ½ gelas probiotik dicampur 14 liter air dan campuran nutrisi, semprotkan pada lahan padi/jagung. Selama satu musim 7 kali semprotan.

2. Semprotkan pada kandang seminggu 3 kali.

3. Probiotik fungsinya sama dengan Mikroba II

Untuk menghancurkan bulatan (isi biogas) cukup rendam kotoran kambing plus air bersih dalam wadah sesuai ukuran pengisian biogas, lalu masukkan satu gelas probiotik, kemudian wadah ditutup rapat. Biarkan selama 3 sampai 5 hari setelah itu masukkan dalam inlet dan aduk sebagaimana mestinya.

Fatah Yasindan

Yayasan Lembaga Pembinaan Masyarakat Desa (YLPMD)

Tidak menjual probiotik, tetapi senang berbagi informasi cara pembuatannya.

HP : 081369073195

E-mail :[email protected]

Share this: