Peternak di Karanganyar Tak Lagi Gunakan Elpiji Pertamina

19 Februari 2015

CNN Indonesia, Jakarta – PT Pertamina (Persero) dipastikan kehilangan pembeli elpiji 3 kilogram (kg) dari kelompok tani ternak (KTT) Andini Lestari Lalung di Kelurahan Lalung, Karanganyar. Pasalnya, para petani yang tergabung dalam kelompok tersebut telah berhasil memproduksi biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi yang mereka pelihara untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Dua tahun terakhir kami memasak dengan memanfaatkan biogas dari kandang sapi. Keperluan memasak dipenuhi dari situ, sedangkan pembelian elpiji hanya untuk berjaga-jaga saja,� ujar Widayat, pengguna biogas sekaligus anggota KTT Andini Lestari dikutip dari laman Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE).

Widayat menjelaskan, sejak 2013 lalu KTT Andini Lestari mendapat asistensi dari pemerintah untuk membangun fasilitas biogas yang kini bisa digunakan secara bergantian oleh anggotanya untuk memasak. Biogas dari tangki penampungan kotoran sapi disalurkan melalui pipa paralon sepanjang 100 meter ke dapur rumah peternak anggota KTT.

Dua tangki yang tertanam di area kandang mampu menyuplai kebutuhan memasak tiga keluarga yang berlokasi paling dekat dengan kandang. Menurut Widayat, kalori atau panas yang dihasilkan biogas tak ubahnya elpiji yang sering dimanfaatkan pengguna barang bersubsidi itu meskipun biogas memiliki aroma yang lebih tajam.

“Pagi-pagi kotoran sapi dihancurkan sampai lembut. Baru kemudian dimasukkan ke tangki penampungan. Sore harinya sudah dihasilkan biogas yang siap dipakai memasak,� katanya. Tanggungjawab mempersiapkan bahan baku biogas dipikul para pengguna energi terbarukan ini secara bergantian. Termasuk mengalirkan biogas ke kompor.

Ketua KTT Andini Lestari Joko Kiswanto mengatakan penyaluran biogas ke rumah tangga penduduk merupakan bentuk kontribusi ke warga yang berlokasi paling dekat dari kandang.

“Pada tahun 2009 lalu dibantu pemerintah pusat sebanyak 52 ekor sapi. Kini jumlahnya bertambah menjadi 100 ekor lebih. Masyarakat sekitar juga ikut menikmatinya dalam bentuk penggunaan biogas,� jelasnya.

Joko menambahkan, kapasitas tangki yang terbatas menyulitkannya menambah suplai biogas ke rumah tangga. Selain itu dibutuhkan perangkat standar penyaluran gas dari sekadar pipa paralon yang rawan bocor. Jika itu bisa terpenuhi, KTT Andini Lestari siap menyalurkan biogas ke sembilan rumah tangga lainnya. (gen)

Share this: