Yuuk Intip Bendosari, Desa Mandiri Energi dengan Biogas

13 Januari 2014

Kabupaten Malang, SeputarMalang.Com – Disaat harga gas elpiji melonjak, khususnya ukuran tabung 12 kg masyarakat beralih ke tabung 3 kg. Padahal tabung 3 kg ada subsidi, wal hasil harganya ikut melompat naik dan stok menipis.

Dibeberapa daerah di Malang Raya, harga elpiji 3 kg bisa tembus di angka 17 ribu sampai 20 ribu, padahal harga normal eceran biasanya 15 ribu. Hal ini dikeluhkan Nunuk, ibu rumah tangga warga Kendalpayak kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Kondisi kenaikan dan minimnya stok elpiji tidak dirasakan oleh masyarakat Desa Bendosari, desa yang mengklaim sebagai Desa Mandiri Energi dengan Biogas dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

Desa Bendosari terletak di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang berada di sebelah barat Kota Batu. Desa yang berpenduduk 3.915 jiwa, tersebar di lima dusun ini memiliki berbagai potensi alam yang masih perawan dan sangat menawan. Selain itu tradisi dan budaya masyarakat petani dan peternak ini juga sangat beragam dan menarik untuk diselami.

Menurut Khairun, Kepala Desa Bendosari sebagian besar masyarakatnya adalah peternak sapi perah telah mengembangkan teknologi pengolahan limbah ternak dengan sistem biogas. Melimpahnya limbah kotoran ternak telah memberikan berkah bagi masyarakat sehingga tidak lagi perlu mengeluarkan biaya untuk membeli gas elpiji untuk memasak dan meminimalkan biaya listrik dan bahkan bisa memanfaatkan sisa pengolahan biogas menjadi pupuk organik.

Pantauan Tim SeputarMalang.Com ke desa ini, hampir semua warga memiliki hewan ternak, khususnya sapi perah. Dengan memanfaatkan limbah kotoran sapi rumah-rumah membuat instalasi biogas, dengan biaya bervariasi antara 800ribu-2 juta.

Taji, warga Bendosari mengatakan dengan adanya teknologi biogas ini pengeluaran untuk masak relatif murah karena tidak lagi memakai kayu bakar atau minyak tanah apalagi elpiji. Masih meurut Taji, keuntungan lain adalah ketika PLN mengalami pemadaman juga memberi solusi untuk penerangan lampu.

Selain hemat energi, memang biogas ini memberi keuntungan lain yaitu kandang ternak semakin bersih. Hal ini dikarenakan kotoran ternak segera diambil sebagai bahan biogas. Dengan kandang yang bersih hewan ternak menjadi sehat. Dan tak kalah menariknya, pemanfaatan dari kotoran ternak hasil proses biogas berupa pupuk cair organik, imbuh Taji.

Bagaiman proses detailnya, sambil berwisata nawak bisa intip di kampung ekowisata Bendosari!

Share this: