Berkat Limbah Babi, Laba Usaha Berlipat Ganda

2 Juli 2013
Wayan Sudarmi memasak kripik dengan biogas BIRU

Ibu dari 1 putra dan 1 putri ini bernama Wayan Sudarmi (37 tahun). Selain menemani kedua anaknya yang masih duduk di bangku SMP, Wayan Sudarmi sehari-hari mengelola usaha kecil keluarganya yaitu memproduksi penganan ringan berupa keripik berbahan dasar tepung beras.

Keluarga ini tinggal di Desa Rendang, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Sang suami, I Wayan Sudana, juga membantu proses pengemasan keripik tersebut, dibantu anak dan dua orang tetangganya. Walaupun Wayan Sudana sudah bekerja di sebuah usaha jasa rafting yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka, ia tetap bersemangat mendukung usaha keluarganya tersebut. Terlebih sejak Oktober 2012, keluarga ini telah mendapatkan peningkatan keuntungan.

Pasalnya, mereka kini bisa menghemat pembelian LPG untuk kebutuhan usaha keripiknya. Keluarga ini telah memasang instalasi BIRU ukuran 6m3 di belakang rumah, dekat kandang babi peliharaan mereka. Sebelum menggunakan BIRU, mereka membutuhkan 6 hingga 7 tabung LPG ukuran 12 kilogram per bulan untuk memenuhi produksi 1.000 bungkus keripik setiap dua hari.

Berkat biogas yang dimilikinya, kini keluarga Wayan Sudarmi hanya perlu membeli 2 hingga 3 tabung LPG per bulan. Artinya, keuntungan keluarga ini mendapatkan keuntungan tambahan 50% atau setara dengan Rp. 240.000,- setiap bulannya. Belum lagi jika musim kemarau tiba, reaktor BIRU milik keluarga ini mengalami peningkatan produksi gas. Ini berarti kebutuhan untuk LPG pun dapat semaki ditekan sehingga keuntungan bisa meningkat hingga Rp. 300.000 per bulan.

Setiap harinya, keluarga ini membutuhkan sekitar 3 jam untuk memproduksi keripik yang lalu mereka jual di pasar tradisional dan warung-warung terdekat, bahkan hingga ke Bangli dan Denpasar. Sebungkus keripik mereka hargai seribu rupiah.

Biogas BIRU milik keluarga ini juga digunakan untuk kebutuhan memasak makanan untuk keluarga yang biasanya dilakukan oleh Wayan Sudarmi selama 2 jam setiap harinya, dari jam 5 hingga jam 7 pagi. Sore harinya, gas dari BIRU masih cukup untuk membuat air panas yang dibutuhkan keluarga. (end/ming)

Share this: