100 Unit Reaktor Biogas Segera Dibangun

10 September 2012

sumbawakab.go.id Program Biogas Rumah (BIRU) yang merupakan program kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Belanda, menurut rencana akan dilounching hari ini. Acara peluncuran ini dilakukan Bupati Sumbawa, sebagai pertanda dimulainya program BIRU di Pulau Sumbawa dengan membangun 100 unit reaktor  biogas.

Eksternal Releation Program BIRU, Amir M Allo mengatakan, kegiatan lounching ini akan berlangsung di Moyo Hilir dan dihadiri sekitar 250 orang terdiri dari Kepala SKPD, Pimpinan dan Anggota DPRD Sumbawa, Para Camat dan Kepala Desa, Pers, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Agama.

Menurut Amir, program ini diimplementasikan dengan kerjasama antara Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (DJEBTKE) Kementerian ESDM sebagai perwakilan dari pemerintah Indonesia dan HIVOS Regional Office South East Asia (ROSEA) sebagai perwakilan dari Belanda dengan dukungan tehnis dari SNV Belanda.

Program ini bertujuan untuk menyebarluaskan biogas sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan, terbaru dan berkelanjutan sebagai dasar pengembangan sektor komersial yang berorientasi pasar,  jelasnya.

Dijelaskan Amir, pada tahun 2012, Pemerintah Provinsi NTB dan HIVOS mengadakan kerjasama untuk mengembangkan Program Biogas Rumah (BIRU) sebagai sinergi dari program Bumi Sejuta Sapi (BSS) yang merupakan program unggulan Pemerintah NTB. Komitmen dari kerjasama tersebut berupa dukungan untuk pembangunan 1000 unit reaktor biogas rumah, dengan rincian 900 unit di wilayah Lombok dan 100 unit di wilayah Sumbawa. MoU kerjasama pembangunan 1000 unit BIRU di NTB ditandatangani  bersam oleh Gubernur NTB dan Direktur HIVOS pada tanggal 10 Februari 2012. Sebagai tahap awal pengembangan program  biogas rumah di Pulau Sumbawa, lanjutnya, maka pada tanggal 26 & 31 Maret 2012, dilakukan study oleh tim BIRU untuk mengetahui potensi biogas rumah  yang bisa dikembangkan di wilayah ini. Selain itu, juga dilakukan penjajakan lembaga mitra pembangunan local (CPO) yang potensial untuk melaksanakan pembangunanan di wilayah Sumbawa.

Dari hasil identifikasi dan assessment calon CPO, telah dipilih dan ditetapkan satu CPO, yaitu Yayasan Pemerhati Lingkungan Hidup (PiLaH) yang berpusat di Sumbawa Besar. Lembaga ini, memiliki pengalaman dalam mendampingi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan advokasi lingkungan dan mempunyai wilayah binaan yang luas, sehingga hal tersebut dapat digunakan sebagai modal dalam mengembangkan program BIRU kedepan,  terangnya.

Untuk mengembangkan program BIRU di wilayah ini, dibutuhkan tenaga tukang dan pengawas (supervisor) yang berkualitas yang akan bertanggungjawab untuk membangun reaktor biogas sesuai dengan standar BIRU. Berkaitan dengan hal tersebut, pelatih Biogas untuk Tukang dan Supervisor di wilayah Sumbawa sudah dilakukan dari tanggal 1 & 8 Agustus 2012. Dalam pelatihan tersebut dibangun 2 unit reactor biogas dengan ukuran 4 M3 di Desa Moyo Kecamatan Moyo Hilir. Kedua reaktor tersebut sudah dalam kondisi menyala.

Maka peresmian dimulainya pembangunan 100 reaktor biogas yang kami rencanakan, akan dilounching oleh Bapak Bupati hari ini,  kata Amir.

(Sumber media : www.sumbawakab.go.id)

Share this: