Rapat Konsultasi Para Pemangku Kepentingan Daerah

17 Januari 2012

Hivos, melalui program BIRU, bertujuan untuk menggunakan pendapatan yang dihasilkan dari kredit karbon untuk pengembangan sektor biogas di masa depan. Untuk itu, Program BIRU akan mengadakan rapat konsultasi para pemangku kepentingan daerah (LSC) yang bertujuan untuk mengumpulkan pendapat dan persetujuan para pemangku kepentingan terkait cara yang diambil program BIRU dalam mendesain mekanisme karbon. Rapat/lokakarya ini akan diadakan di Jakarta pada hari Kamis, 16 Februari 2012.

Pada bulan Juni 2011, Hivos memutuskan bahwa sebuah dokumen proyek untuk Gold Standard Certified Emission Reductions (GS-CERs) harus dibuat. Standar yang dipilih ini sesuai dengan serangkaian prioritas Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW), yang tadinya telah setuju untuk membiayai pengembangan mekanisme karbon tersebut.

Climate Focus, suatu badan ahli dalam bidang hokum, kebijakan, desain proyek dan pembiayaan internasional dan nasional, dipilih oleh KfW untuk melaksanakan tugas pertama, yakni menghasilkan suatu Project Idea Note (PIN).

Pada bulan Oktober 2011, KfW memutuskan untuk membatalkan dukungannya — bank Jerman ini melihat bahwa proses pendaftaran kemungkinan tidak akan selesai sebelum akhir 2012. Hivos lantas mengambil alih pembiayaan dan beralih ke Gold Standard Verified Emission Reductions (GS-VERs).

Mekanisme pendaftaran GS-VER akan melibatkan serangkaian konsultasi, yakni Program of Activity-Program Design Consultation (PoA-PDC) dan Local Stakeholders Consultation (LSC) atau konsultasi para pemangku kepentingan daerah, dengan para pemangku kepentingan yang tepat dalam Indonesia Domestic Biogas Program seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di tingkat nasional maupun provinsi, para rekanan, pemakai BIRU, serta berbagai LSM dalam dan luar negeri yang bergerak di seputar masalah iklim. Daftar para pemangku kepentingan yang lain telah disetujui oleh Hivos, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Climate Focus.

PoA-PDC akan dilakukan lewat e-mail, sementara pertemuan/lokakarya LSC akan diadakan di Jakarta. Rapat LSC ini bertujuan untuk mengumpulkan pendapat dan persetujuan para pemangku kepentingan terkait cara yang diambil IDBP dalam mendesain mekanisme karbon.

Lokakarya ini nantinya terdiri dari beberapa sesi, yaitu presentasi (mengenai tujuan rapat; tentang pelaksanaan IDBP; dan terutama tentang implikasi-implikasi praktisnya terhadap para pemangku kepentingan); tanya jawab; pelatihan dini mengenai pengembangan yang berkelanjutan; serta serangkaian diskusi mengenai sistem pengawasan apa yang paling cocok digunakan untuk mendukung pengembangan yang berkelanjutan.

Rapat/lokakarya ini akan diadakan di Jakarta pada hari Kamis, 16 Februari 2012, mulai jam 09:00 pagi hingga jam 02:00 siang. Undangan akan dikirimkan melalui pos dan e-mail, dan pengumuman akan dimuat dalam satu harian nasional setidaknya dua hingga empat minggu sebelum rapat LSC.

Share this: