KPSBU dan Rabobank Bersiap Bangun 1000 Biogas

19 Agustus 2010

energiterbarukan.net – Mendukung inisiatif pengadaan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih terjangkau masyarakat, Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) bekerjasama dengan Rabobank International Indonesia (RII) luncurkan program 1.000 Biogas Rumah (BIRU) di Lembang, Bandung, Jawa Barat (19/8). RII siap kucurkan kredit sebesar 4,5 miliar rupiah untuk diakses oleh petenak sapi peminat BIRU di wilayah Bandung Utara.

Koperasi Peternak Sapi Perah Bandung Utara (KPSBU) bakal mendapatkan
kucuran dana dari Rabobank. Penandatanganan pinjaman ini rencananya akan
dilakukan pada Kamis, 19 Agustus mendatang di Kantor Koperasi KPSBU.

Berdasarkan
siaran pers yang diterima energiterbarukan.net disebutkan, acara
tersebut rencananya akan dihadiri oleh Perwakilan dari Kementerian
Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM), Perwakilan Kedutaan Belanda, HIVOS ROSEA, CEO Rabobank Internasional Indonesia, Kedutaan Belanda untuk Indonesia serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat.

Pemberian kredit tersebut guna mendorong pengembangan biogas rumah
tangga (BIRU) di Jawa Barat sementara KPSBU sendiri menargetkan sebanyak
1000 instalasi biogas dapat dibangun dari kucuran dana Rabobank.

Program
BIRU yang diimplementasikan oleh HIVOS Southeast Asia dalam Program
Biogas Domestik Nasional merupakan program kerjasama antara Pemerintah
Indonesia – Belanda.

Untuk diketahui, sebenarnya biogas telah
cukup lama dikenal di Indonesia yaitu sejak tahun 1970-an, kendati
demikian sosialisasi dan demonstrasi dari biogas ini masih perlu terus
dilakukan di berbagai wilayah Indonesia agar masyarakat semakin mengenal
dan memiliki ketertarikan terhadap biogas. Ini mengingat perkembangan
biogas di Indonesia lebih lambat di banding negara lain di Asia atau
Afrika. Ketersediaan kayu bakar dan sumber energi fosil yang melimpah
pada masa dulu membuat lambatnya perkembangan biogas di Indonesia.

Pada
beberapa negara di Asia dan Afrika, biogas telah populer memberi
manfaat signifikan kepada masyarakat. Biogas ini mampu menjadi sumber
energi yang dibutuhkan masyarakat. Di benua Asia dan Afrika penggunaan
biogas juga dapat mengurangi penggunaan kayu bakar yang berarti
memberikan kontribusi pelestarian hutan.

Biogas dapat menghemat
pemakaian kayu bakar bahkan menghilangkan kebiasaan pemakaian kayu bakar
sehingga mengurangi risiko perusakan hutan, selain itu penggunaan
biogas juga dapat mengurangi dampak emisi gas rumah kaca melalui pengurangan perusakan hutan dan konservasi methan dalam CO2.

(Sumber: http://www.energiterbarukan.net/index.php?option=com_content&task=view&id=380&Itemid=81)

Share this: