Pelatihan tentang bio-slurry di desa-desa setempat

Kelompok adalah sebuah proyek rintisan dari Program GADING di Jawa Barat yang bertujuan untuk menyediakan pusat pelatihan, dimana para pengguna biogas dapat belajar tentang penggunaan dan pemanfaatan bio-slurry (ampas biogas) yang mereka peroleh.  Pelatihan ini meliputi segala hal terkait bio-slurry, seperti cara penggunaannya dalam budidaya lemna (duckweed), cara memproduksi pupuk dengan kualitas baik dengan memberikan bio-slurry sebagai makanan cacing tanah, cara memperoleh sertifikasi organik untuk pupuk, dan ketrampilan bisnis tentang cara menjualnya sebagai produk akhir.  Kelompok telah berjalan selama satu tahun dan sejauh ini telah menuai keberhasilan.

Pusat pelatihan Kelompok berpusat di Cikajang, Kabupaten Garut, di pekarangan rumah Pak Itang.  Di antara ternak sapi, kolam lemna dan rumah naungan cacing tanah, ada sebuah gubuk kecil dimana pengunjung yang bahkan datang dari tempat yang jauh, seperti Jakarta, belajar tentang bio-slurry dan semua aplikasinya.  Program GADING telah menyelenggarakan banyak sesi pelatihan di rumah Pak Itang, dengan begitu banyak audiens dari kalangan petani, pengguna biogas, dan kelompok sekolah.  Pak Itang secara reguler juga mengunjungi daerah-daerah sekitar Garut guna menyelenggarakan pelatihan ke peserta jumlahnya lebih banyak.  Saya mengikuti salah satu sesi pelatihan di sebuah desa kecil dekat Cikajang, dimana pak Itang dan perwakilan dari Program GADING lainnya melakukan kegiatan mengajar di ruangan yang sebagian besar pesertanya kaum wanita tentang cara untuk mengubah kelebihan bio-slurry menjadi sumber penghasilan.


Pak Erweh (kanan) dan sesama pengguna biogas Pak Aep

Sejak awal dimulainya program ini, para pengguna biogas telah merasakan manfaat dari pelatihan dan dukungan yang diberikan oleh Program GADING melalui Kelompok.  Berkat pelatihan yang ditawarkan di bawah program ini, Pak Erweh dan sebuah kelompok kecil masyarakat pengguna biogas dari Lembang (sebuah daerah di sebelah utara Bandung) telah mampu untuk mengajukan proposal bisnis untuk mendapatkan hibah dari Program GADING.  Pak Erweh dan lima petani lain dari desanya sangat senang dengan adanya kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka pelajari dari beragam program pelatihan yang diperoleh.  Ia sendiri telah mengikuti empat pelatihan yang berbeda dari Program GADING di bawah program Kelompok: pelatihan pengelolaan bio-slurry, pelatihan tentang cara pemanfaatan bio-slurry untuk budidaya lemna, pelatihan untuk budidaya tanaman untuk pakan ternak (untuk memberi makan sapi-sapinya) dan pelatihan gender.  Secara bersama-sama, semua petani di kelompok ini, kecuali satu orang, telah menyelesaikan semua pelatihan tersebut.  Pelatihan tersebut sebelumnya telah diselenggarakan di desa ini, dan pada umumnya kelompok-kelompok terdiri dari sekitar 20 petani dan pengguna biogas yang menghadiri masing-masing pelatihan.  Dari pelatihan ini, desa ini sekarang mampu membudidayakan lemna dan memproduksi pupuk dari cacing tanah, menghasilkan penghasilan tambahan untuk rumah tangga.

Pak Erweh dan kelompok petaninya yang keseluruhannya adalah pemilik reaktor biogas. Meskipun mereka menggunakan bio-slurry untuk ladang pertanian mereka, tetapi masih ada sisa produksi yang dapat dimanfaatkan.  Dengan kondisi tersebut, mereka ingin memanfaatkan bio-slurry secara produktif untuk dapat menghasilkan pupuk dari cacing tanah.  Sehingga apa yang saat ini menjadi limbah yang sia-sia dapat diubah menjadi laba atau keuntungan.  Untuk mencapai hal ini, mereka telah membentuk kelompok dan secara formal melakukan pendekatan melalui Program GADING untuk mengajukan permohonan hibah.  Hibah ini bukan hibah finansial, namun sebaliknya Rumah Energi sebagai lembaga yang melaksanakan program ini, menyediakan material untuk membangun infrastruktur, sebagai contoh adalah rumah naungan cacing untuk menampung cacing tanah.  Kelompok ini juga akan mendapatkan pelatihan lebih lanjut dari Program GADING tentang metode yang lebih efisien dalam memproduksi pupuk dari cacing tanah dengan memanfaatkan bio-slurry.


Pak Aep di depan tempat budidaya cacing tanah dan kolam lemna miliknya

Memanfaatkan slurry yang tidak terpakai adalah tujuan Program GADING.  Saat ini, 80% dari para pengguna biogas memanfaatkan bio-slurry yang mereka dapatkan, namun hanya 4% saja yang menjualnya.  Slurry yang tersisa dibuang ke tanaman atau sungai sehingga mencemari lingkungan, dan dengan mempromosikan penggunaan seluruh bio-slurry yang dihasilkan dari reaktor biogas, Rumah Energi dapat membantu meminimalisir limbah.  Kelompok ini hanyalah salah satu contoh dari keberhasilan program Kelompok.  Di seluruh penjuru Jawa Barat, kelompok-kelompok pengguna biogas dari desa-desa membentuk kemitraan bisnis dengan Program GADING, mendapatkan dukungan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang telah mereka pelajari.  (James Lawther).