Sejak tahun 2015 Konsorsium HiVOS telah memulai misi untuk meningkatkan kegiatannya di bidang energi terbarukan dan hijauan makanan ternak (HM) berperspektif gender yang diaplikasikan dalam kegiatan untuk mengintensifkan pemanfaatan ampas biogas melalui Program BIRU dan mengembangkan produksi tanaman Lemna sp oleh petani untuk meningkatkan pemanfaatan tanaman tinggi kandungan protein tersebut sebagai pakan ternak dan ikan. Melalui Project GADING, Konsorsium HiVOS telah memberikan dampingan dan beberapa pelatihan terhadap petani baik laki-laki dan perempuan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan pengelolaan bio-slurry, budidaya air tawar dan pengelolaan tanaman Lemna sp. Hal ini juga merupakan bagian dari usaha memperbaiki dan meningkatkan kualitas relasi laki-laki dan perempuan dalam usaha rumah tangga.

Sebagai salah satu bentuk peningkatkan pengetahuan para penerima manfaat, maka konsorsium HiVOS bersinergi dengan Universitas Kristen Wira Wacana Sumba melakukan Pelatihan Pelatihan Bisnis dan Kewirausahaan yang bertempat di Aula Hotel Sumba Sejahtera Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT pada tanggal 9-10 Juni 2017. Selain oleh Mama Martina dan bapak Bernardus Missa yang merupakan user atau pelaku wirausaha bio-slurry yang telah memiliki dampak luar biasa dalam kehidupan mereka, kegiatan ini juga difasilitasi oleh para dosen dari Universitas Kristen Wirawacana Sumba, serta Ir. YM Hudioro yang merupakan Kepala Bidang Perikanan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumba Timur.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam melakukan identifikasi usaha dan membuat perencanaan usaha berbasis bio-slurry pada penerima manfaat project GADING kepada masing-masing 25 orang penerima manfaat di Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Setelah mengikuti pelatihan, peserta menyusun rencana bisnis yang dijalankan.

Pasca dilakukan pandampingan, diketahui bahwa penerima manfaat project GADING memiliki potensi usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha-usaha bio-slurry, perikanan, dan Lemna sp. Melihat kenyataan itu, project GADING di Sumba dalam periode April - Juni 2017 berusaha untuk mengembangkan kemampuan petani laki-laki dan perempuan dalam pemahaman usaha mengingat pemahaman mereka masih terbatas untuk memulai usaha berbasis bio-slurry.

Ampas biogas yang lebih dikenal dengan sebutan bio-slurry merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik) di dalam ruang tertutup. Bio-slurry cair maupun padat dikelompokkan sebagai pupuk organik karena seluruh bahan penyusunnya berasal dari bahan organik yaitu kotoran ternak yang telah berfermentasi. Ini menjadikan bio-slurry sangat baik untuk menyuburkan lahan dan meningkatkan produksi tanaman budi daya (pangan, hortikultura, perkebunan lemna dan perikanan  dan budidaya cacing).

Dalam proses pembuatannya bio-slurry memiliki wujud cair dan padat sebagai hasil akhirnya. Setelah keluar dari lubang outlet, bio-slurry berwujud cair cenderung padat, berwarna coklat terang atau hijau dan cenderung gelap, sedikit atau tidak mengeluarkan gelembung gas, tidak berbau dan tidak mengundang serangga. Apabila sudah memadat dan mengering, warna bio-slurry berubah menjadi coklat gelap. Bio-slurry yang telah mengering bertekstur lengket, liat dan tidak mengkilat, berbentuk tidak seragam dan berkemampuan mengikat air yang baik.

Bio-slurry memiliki manfaat yang sangat banyak, diantaranya adalah pembenahan lahan (soil conditioner) karena mengandung 1020 asam humat. Bernutrisi lengkap dan berkualitas tinggi. Bio aktivator mikroba probiotik dan sumber pakan cacing tanah. Pengatur pertumbuhan hormon tanaman. Dapat berfungsi sebagai pestisida dan fungisida organik. Bahan campuran yang baik untuk pupuk vermikompos, pupuk bokashi, media jamur, pupuk kolam, pakan ikan, dan belut.

Salah satu usaha contoh usaha yang bisa dikembangkan adalah usaha budi daya ikan nila dengan memanfaatkan sumber makanan alternatif (Lemna  minor). Lemna minor merupakan nama umum bagi paku air dari genus Salvinia. Tumbuhan ini biasa ditemukan mengapung di air menggenang, seperti kolam, sawah dan danau, atau di sungai yang mengalir tenang dan memiliki kandungan protein 25 – 45 %.

Meskipun budidaya ikan nila mudah dilakukan dengan memanfaatkan potensi lingkungan, namun masih banyak yang belum melihat ikan nila sebagai peluang usaha. Hal ini disebabkan karena pakan ikan yag mahal, orang lebih suka mengkonsumsi ikan laut serta belum paham teknik budidaya ikan. Karena itu, penting dilakukan  pelatihan budidaya ikan (nila). Tiga hal yang paling penting dalam pemeliharaan budidaya ikan nila adalah pengelolaan air, pemberian pakan dan pengendalian hama penyakit. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang baik, usaha budidaya ikan air tawar sebenarnya merupakan sebuah peluang usaha yang menjanjikan.

Memahami Potensi Pemasaran dan Manajemen Usaha Berbasis Bio-Slurry

Peserta yang bejumlah 16 0rang itu juga dibekali dengan beberapa materi yang berhubungan aktivitas kewirausaahn, pemasaran, pembukuan, serta kerja sama dalam keluarga tanpa membedakan jenis kelamin dalam mengembangkan usaha. Kewirausahaan sendiri adalah orang-orang yang dapat atau mempunyai usaha sendiri untuk pendapatan ekonomi atau dengan kata lain orang-orang yang berani mengembangkan usaha-usaha kreatif secara mandiri. Prinsip kewirausaaan adalah ambisi, keberanian, kerja keras, motivasi, terbuka pada berbagai hal baik itu kritik maupun saran. Pada dasarnya hal paling membanggakan dari pelaku wirausaha bukanlah berapa jumlah penghasilan yang mereka dapatkan dari hasil usaha mereka melainkan kenyaataan bahwa  mereka bisa berdiri sendiri dan hal ini tentu saja memberikan efek positif terhadap kepercayaan diri dan harga diri mereka.

Untuk mengembangkan usaha-usaha kreatif, pelaku wirausaha perlu melihat dan menganalisis potensi yang dimiliki bio-slurry dan mampu menetapkan peluang usaha melalui proses analisis SWOT.  Ada lima aset perikehidupan yang bisa dimanfaatkan, yakni aset personal (SDM), aset sosial, aset sumber daya alam, aset finansial (keuangan), serta aset fisik. Keterkaitan antara aset perikehidupan dan pengembangan usaha menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan strategi usaha.

Melalui penjabaran tentang perencanaan usaha, peserta diharapkan mampu memahami arti penting rencana usaha sebagai acuan dalam menjalankan usaha serta mampu membuat rencana dengan sistematika yang standar dan secara kreatif dapat mengubahnya sesuai kebutuhan usaha.  Rencana usaha ibarat sebuah kompas yang dapat membuat sebuah usaha berkembang dan berjalan sebagaimana yang diharapkan oleh wirausahawan karena merupakan kumpulan dari hasil pengamatan, pemetaan, pengkajian dan perumusan berbagai hal terkait pengembangan usaha. Memahami mimpi dari sebuah usaha serta memetakan potensi serta peluang adalah modal awal dalam merencanakan sebuah usaha. Tentu saja dengan pemahaman yang baik tentang pengelolaan admistrasi dan manajeman usaha tersebut.

Dalam sebuah usaha, survei pasar adalah hal yang wajib dilakukan agar dapat mempertahankan eksistensi dari usaha yang sedang dijalankan. Melalui survei pasaran, pelaku wirausaha akan dapat merumuskan hasil survei menjadi bahan masukan untuk menetapkan strategi pemasaran.

Mengapa survei pasaran harus dilakukan? Karena pemasaran membutuhkan informasi mengenai: kebutuhan pelanggan, lingkungan pemasaran dan kompetisi. Manajer pemasaran tidak membutuhkan informasi berlebih, tetapi membutuhkan informasi yang terbaik. Informasi yang dikumpulkan dalam survei pasar biasanya adalah hal-hal mengenai produk/jasa yang dipasarkan, daya dorong konsumen memilih produk, kebutuhan dan keinginan pelanggan, keberadaan dan karakteristik pesaing. Hasil survei inilah yang menjadi modal untuk pengembang usaha yang lebih baik. Dalam strategi pemasaran, peserta juga perlu mengetahui tentang cara-cara merumuskan strategi pemasaran untuk produk yang berbasis bio-slurry dengan menjadikan bauran pemasaran sebagai bahan untuk menetapkan strategi pemasaran. Pemasaran sendiri dapat diartikan sebagai proses dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan (need) dan inginkan (want) melalui penciptaan dan pertukaran produk (exchanging products) serta nilai dengan pihak lain. Dengan perencanaan pemasaran yang tepat diharapkan pelaku wirausaha mampu mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar sasaran. Bauran ini biasa dikenal dengan sebutan 4P yakni product (produk), price (harga), place (lokasi/ tempat), serta promotion (promosi). Dengan memahami empat aspek tersebut, maka pelaku wirausaha dapat mengetahui langkah statregi yang bisa mereka ambil untuk pengembangan usaha.

Hal yang tidak kalah penting untuk dipahami adalah pembukuan. Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri adalah masih banyak pelaku wirausaha yang tidak memperhatikan pembukuan. Padahal dalam pembukuan terdapat catatan yang lengkap mengenai keuangan, baik itu cash flow (uang masuk/keluar), catatan omzet harian, mingguan dan bulanan, catatan pembelian usaha. Tidak peduli seberapa kecil usaha yang telah dimulai, penting sekali ada pembukuan agar ketika usaha sudah semakin besar, aktivitas pembukuan sudah mahir dilakukan. Pemahaman-pemahaman tentang peluang usaha dan pasar serta peningkatan sumber daya manusia masih belum cukup untuk sebuah usaha. Kesetaraan gender perlu diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk juga dalah kewirausahaan. Gender dipahami sebagai pembagian peran kedudukan, dan tugas antara laki-laki dan perempuan ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas sesuai norma-norma, adat istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan masyarakat. Hal tersebut berbeda dengan pengertian jenis kelamin yakni perbedaan bentuk, sifat, dan fungsi biologi laki-laki dan perempuan yang menentukan perbedaan peran mereka dalam menyelenggarakan upaya meneruskan garis keturunan. Perlu adanya kerja sama yang baik dalam mengembangkan usaha. Bahkan usaha dalam skala rumah tangga pun perlu kerja sama antara suami dan istri, antara laki-laki dan perempuan. Karena pada dasarnya semua usaha mempunyai peluang kesuksesan yang sama antara perempuan dan laki-laki.

Sebagai sebuah peluang usaha, bio-slurry telah memberikan bukti nyata dalam peningkatan taraf hidup masyarakat pelaku usaha ini. Hal ini dapat ditemukan dalam ungkapan Ibu Margaretha D. Gole yang telah memulai usaha bio-slurry. Beberapa tantangan  dilalui di awal-awal usaha, bahkan hingga sekarang pun beliau masih berjuang untuk menyadarkan masyarakat dilingkungannya tentang pentingnya bio-slurry. Bagi Ibu Margaretha, ini bukan hal mudah mengingat masyarakat sudah terbiasa dengan pupuk kimia. Namun, melihat segala kebiakan yang ada dalam bio-slurry, Ibu Margaretha telah berkomitmen untuk terus mengkampanyekan bio-slurry  pada masyarakat. Kepada beberapa masyarakat yang masih belum yakin, Ibu Margaretha memberikan bio-slurry  buatannya dengan gratis agar mereka mencoba dengan harapan nanti para petani itu akan menemukan perbedaan antara bio-slurry dan pupuk kimia yang biasa mereka pakai. Dari penggunaan bio-slurry, Ibu Margaretha mengalami peningkatan ekonomi dari hasil kebunnya, bahkan ia sudah menyekolahkan anak-anaknya dari hasil pertaniannya dan dari hasil menjual bio-slurry  kepada beberapa orang yang telah lebih dahulu yakin pada bio-slurry.

Adapun Bapak Yohanis Bulu yang merupakan Kepala Desa Tematana Kecamatan Wewewa Timur yang juga hadir dalam pelatihan tersebut sangat antusias dan berulang kali menyatakan apresiasi atas pencapaian pelaku wirausaha berbasis bio-slurry. Yang membuat kepala desa tertarik adalah kenyataan bahwa sebenarnya kebutuhan-kebutuhan untuk melakukan usaha tersebut ada di sekitar masyarakat bahkan mudah ditemukan dan kadang dianggap tidak berguna. Ketertarikan bapak kepala desa ini juga terbukti dari janji beliau untuk berkontribusi melalui dana desa untuk pengembangan usaha ini. Menurut beliau, selain tidak merusak lingkungan, ternyata bio-slurry  memiliki manfaat yang sangat luar biasa.

Sementara itu, perwakilan dari Kabupaten Sumba Barat, Pige Rade, tidak kalah antusias. Walau beliau baru memulai usaha ini, namun ada semangat positif yang ditangkap oleh beliau dari pemateri dan pelaku bisnis ini yang telah mendapatkan hasil. Menurut pengakuannya, pelatihan ini makin memantapkannya untuk terus bergelut dalam usaha ini.

Setelah pelatihan ini berakhir, kegiatan akan dilanjutkan oleh rangkaian pendampingan untuk membuat sebuah perencanaan usaha berbasis bio-slurry yang dilakukan oleh para petani, khususnya perempuan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangganya. Selain itu menangkap peluang usaha ini adalah salah satu cara cerdas yang bisa dilakukan untuk menjaga lingkungan.

(Sumber: http://www.pengetahuanhijau.com/berita/menangkap-peluang-usaha-berbasis-bio-slurry)