Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan - Desa Mandiri Energi adalah konsep yang sedang dikembangkan di Indonesia dengan mendorong energi secara swadaya dengan memanfaatkan sumber energi lokal yang bersifat terbarukan. Dalam konsep ini sebuah desa bisa dikatakan mandiri energi apabila 60 persen penduduk telah memanfaatkan sumber energi lokal.

Program Biogas Rumah (BIRU) adalah program yang dilaksanakan berdasarkan kerjasama antara Kementerian ESDM RI, Hivos dan Rumah Energi dengan dukungan dari Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia). Program bertujuan untuk mempromosikan penggunaan biodigester sebagai sumber energi lokal dan berkelanjutan.

Sumber energi biomassa dari kotoran temak yang melimpah terdapat di wilayah pedesaan. Teknologi biogas dapat membawa banyak manfaat, antara lain sebagai pengganti kayu bakar dan gas LPG, alternatif penerangan (penggunaan lampu biogas), dan dapat menjadi energi listrik untuk menggerakkan alat mesin pertanian, misalnya mesin pencacah rumput. Selain itu, biogas bahkan mampu mendorong pengembangan bisnis  pada skala rumah tangga.

Rumah Energi sebagai pelaksana Program BIRU secara konsisten memberikan respon untuk membantu masyarakat terhadap kebutuhan akses energi dan kebutuhan pangan yang lebih terjangkau.  
"Kemandirian energi akan menjadi nyata dengan adopsi teknologi biogas. Dan untuk mempercepat kondisi tersebut, maka pemerintah menjadi aktor terdepan yang akan mendorong diterapkannya teknologi ini secara meluas," ujar Lina Moeis, Direktur Eksekutif Rumah Energi.

Peran kepala daerah menjadi sangat penting karena pemimpin dapat mengarahkan bahwa sudah saatnya masyarakat mengadopsi teknologi energi terbarukan untuk dapat lebih mandiri dan bijak dalam memenuhi kebutuhan akan energi.  "Keuntungan lain dari mengadopsi teknologi biogas adalah ketersediaan pupuk organik dari ampas biogas yang dihasilkan setiap hari dan siap dipakai untuk menyuburkan lahan pertanian," tambah Lina Moeis.

Implementasi Program Biogas Rumah (BIRU) di Provinsi Sulawesi Selatan tidak lepas dari adanya dukungan terkait kebijakan dan pendanaan dari pemerintah. Jumlah reaktor bigoas yang terbangun pada tahun 2013 awalnya hanya mencapai 59 unit.

Kemudian pada tahun 2014, Gubernur Sulawesi Selatan sepakat melakukan kerja sama dengan Hivos tentang Pemanfaatan Kotoran Ternak untuk menjadi biogas dan pupuk organik. Pembangunan reaktor biogas meningkat mencapai 1.544 unit sampai dengan tahun 2016, rata-ratakan terbangun sekitar 551-552 unit per tahun selama hampir kurun waktu tiga tahun.

Kabupaten Pangkep merupakan salah satu wilayah yang memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya biogas. Di wilayah tersebut tercatat telah terbangun 116 unit reaktor sampai dengan tahun 2016. Terdapat 25 unit reaktor sedang dalam proses konstruksi dan pembangunannya terdapat kontribusi dana desa.

Ke depan di tahun 2017, pemerintah Kabupaten Pangkep kembali merencanakan untuk melanjutkan kerja sama mengenai pembangunan biogas dengan mengoptimalkan dana desa. Oleh karena itu, bertempat di  Desa Batara Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep, pada tanggal 21 Desember 2016, Hivos menganugerahkan penghargaan atas komitmen pemerintah setempat dalam pengembangan energi terbarukan yaitu biogas.

Penghargaan diberikan kepada Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. selaku Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan dan Ir. H. Gunawan Palaguna, M.Si. selaku Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan, serta kepada H. Syamsuddin A. Hamid, S.E. selaku Bupati Kabupaten Pangkep dan Drs. A. Iqbal Burhanuddin, M.Si selaku Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Pangkep.

Bupati Kabupaten Pangkep dalam sambutannya setelah penerimaan penghargaan menyatakan bahwa program biogas harus didukung oleh semua pihak, karena biogas membantu penghematan energi rumah tangga. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan melalui perwakilannya juga mengungkapkan bahwa biogas membawa begitu banyak manfaat, termasuk salah satunya adalah membantu mengurangi beban anggaran negara untuk subsidi energi.

Contact Person:
1. Siti Fharidha Razak (Koordinator Rumah Energi Provinsi Sulawesi Selatan)
Telp. 0812 6903 2758
E-mail sitti.farida@rumahenergi.org

2. Luh Putu Kusuma Ririen (Communication and Promotion Officer Rumah Energi)
Telp. 0812 9877 4967
E-mail k.ririen@rumahenergi.org

Unduh File di sini