Program Biogas Rumah (BIRU) bertujuan untuk mempromosikan bentuk energi terbarukan dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia dan mendorong terbentuknya sektor biogas di Indonesia. Program BIRU sudah berjalan sejak tahun 2009 hingga saat ini, dari laporan semester pertama tahun 2015, tercatat telah mencapai angka pembangunan 15.000 lebih reaktor di sepuluh provinsi di Indonesia.

Dalam rangka selebrasi keberhasilan capaian program BIRU setelah 6 tahun berjalan dan semakin memperluas informasi tentang biogas rumah beserta pemanfaatan bio-slurry nya, Yayasan Rumah Energi (YRE), pelaksana program BIRU sejak tahun 2013, akan mengadakan acara Perjalanan Biogas Rumah (BIRU) -15,000 (BIRU 15,000 Journey). Ini adalah kali pertama Yayasan Rumah Energi (YRE) mengadakan acara Biogas Rumah (BIRU) berskala nasional setelah genap tiga tahun menjalankan program BIRU bersama Hivos.

Lina Moeis, Direktur Eksekutif Yayasan Rumah Energi menjelaskan, “ Salah satu tujuan mengadakan acara BIRU 15,000 ini adalah, untuk memberi penghargaan kepada para pembangun biogas rumah yang kini bermitra dengan YRE, yang telah bersusah payah menjadi pelopor dalam bidang ini, meyakinkan masyarakat bahwa biogas adalah energi alternatif yang memberikan manfaat ganda dan tetap konsisten menjalankannya. Selain itu juga menjamin kualitasnya agar bisa bermanfaat dalam waktu yang lama, sehingga menjadi bahan promosi berkelanjutan agar tercipta pasar biogas di bumi Indonesia ini.”

Sesuai rencana, acara yang akan berlangsung pada tanggal 20 Desember 2015 ini akan diselenggarakan selama setengah hari. Namun demikian, banyak sekali manfaat yang didapat dengan mengikuti acara ini.

“Manfaatnya besar, penghargaan bagi para pelaku usaha di bidang ini akan menjadi dorongan bagi calon-calon investor lainnya. Walaupun belum sampai kepada insentif langsung untuk para pelaku usaha dalam energi terbarukan, tapi pengakuan terhadap mereka akan menjadi gaya tarik untuk pelaku lainnya”. ungkapnya.

Mengikuti jejak keberhasilan Hivos yang telah sukses mengadakan acara Biogas Rumah (BIRU) 4,000 di Bandung, Jawa Barat pada akhir tahun 2011, Yayasan Rumah Energi menunjuk kembali Jawa Barat menjadi lokasi penyelenggaraan acara. Bekerjasama dengan Kepala Desa setempat, kali ini Desa Pangalengan Kabupaten Bandung didaulat menjadi tuan rumah acara. Mereka pun sangat antusias menyambut jalannya acara.

“Kami sangat mendukung karena masih ada peternak yang yang belum tahu bagaimana cara memanfaatkan limbah sapi. Mudah-mudahan dengan adanya acara ini, para peternak di Pangalengan bisa mengaplikasikan biogas sebagai sumber energi baru dan terbarukan.” Kata Tati Yulian, Kepala Desa Pangalengan.

Terselenggaranya acara ini juga tidak lepas dari peran aktif masyarakat desa setempat yang tergabung dalam komunitas petani dan peternak Pangalengan. Sebanyak 250 orang peternak dari Desa Pangalengan hadir dalam acara untuk mendapatkan pengetahuan lebih tentang manfaat reactor biogas  dalam pengolahan limbah ternak, pemenuhan kebutuhan energi sehari-hari, dan dampaknya bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Desa Pangalengan memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan biogas.

Selaku Ketua Penyuluh Pertanian Lapangan, Barnas menceritakan, “Daerah Pangalengan adalah daerah peternakan dan pertanian. Ada 11.000 ekor ternak sapi di sini. Kalau kotorannya dimanfaatkan, Desa Pangalengan tidak akan kekurangan pupuk organik untuk sayuran, jadi sayurannya pun lebih bagus.”

Serangkaian acara akan tersaji dalam BIRU 15,000 Journey seperti pembukaan dengan sajian kesenian tradisional pencak silat, “nonton film biogas bareng”, simulasi pemanfaatan biogas dan ampas biogas, pameran hasil pemanfaatan bio-slurry (pupuk organik dari ampas biogas), dan peluncuran buku kisah sukses perjalanan BIRU dalam membangun 15,000 lebih reaktor biogas. Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Bioenergi Direktorat Energi Baru Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) beserta para tamu undangan perwakilan pemerintah daerah dan institusi donor.