Kisah Sukses

Liquid Gold Goals in Malang (East Java)

Although I had heard so much about the famous 'liquid gold' that is bio slurry, nothing prepared me for seeing first hand the advantages that using bio-slurry can deliver. I was fortunate enough to be sent to the BIRU Malang office in East Java where Pak Wasis, the Provincial Coordinator, and the enthusiastic team at the office there, gave me a whirlwind tour of visiting users, cooperatives, construction partners and the Nestle factory.

Kelompok: Sebuah Inisiatif Program GADING

Kelompok adalah sebuah proyek rintisan dari Program GADING di Jawa Barat yang bertujuan untuk menyediakan pusat pelatihan, dimana para pengguna biogas dapat belajar tentang penggunaan dan pemanfaatan bio-slurry (ampas biogas) yang mereka peroleh.  Pelatihan ini meliputi segala hal terkait bio-slurry, seperti cara penggunaannya dalam budidaya lemna (duckweed), cara memproduksi pupuk dengan kualitas baik dengan memberikan bio-slurry sebagai makanan cacing tanah, cara memperoleh sertifikasi organik untuk pupuk, dan ketrampilan bisnis tentang cara menjualnya sebagai produk akhir.  Kelompok telah berjalan selama satu tahun dan sejauh ini telah menuai keberhasilan.

Solusi Berkelanjutan untuk Masalah yang Selalu Berkembang

Rawa Pening adalah sebuah danau yang berlokasi di Cekungan Ambarawa di Jawa Tengah yang saat ini menghadapi masalah karena berlimpahnya eceng gondok. Kami segera berangkat dengan mobil pagi-pagi sekali dan menuju ke danau yang terletak di sebelah selatan Semarang, hari itu cukup cerah.

Hasil Biogas: Kisah Keberhasilan di Sumba

Saat berkendara melintasi Sumba, hampir tidak mungkin untuk mengalihkan pandangan dari lingkungan sekitar, satu pemandangan indah berganti ke pemandangan indah lainnya berebut menarik perhatian. Sabana dilintasi oleh kuda-kuda, padang rumput pegunungan yang dipenuhi oleh sapi, kambing, serta hutan sebagai habitat dari kera dan berbagai macam burung endemik.

Sejahtera dengan Bisnis Bio-slurry

Tanpa merasa jijik, Amaq Samat turun ke kolam penampungan bio-slurry (ampas biogas) miliknya. Ekspresi riang tergambar jelas di raut mukanya sesaat sebelum kegiatan dimulai. Kedua tangannya mulai menaikkan bio-slurry yang tertampung pada kolam penampungan, mengayunkan sekop naik-turun dengan lincah. Peluh dan percikan bio-slurry mulai membasahi tubuhnya. Butuh waktu hampir setengah jam untuk meniriskan bio-slurry menjadi murni padat.

Kisah Bu Sayemi: Lemna dan Bisnis Telur Bebek

Dusun Pagerjuang, sebuah dusun sejuk nan berbukit, terletak di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta, yang mayoritas penduduknya beternak sapi perah. Ibu Sayemi, 35 tahun, adalah salah satu peternak lokal binaan Program GADING yang sejak September 2016 telah memiliki usaha ternak bebek petelur yang sangat menjanjikan.

  Next ››