Kisah Sukses

“Emas Cair” di Malang (Jawa Timur)

Meskipun saya sudah sering mendengar tentang “emas cair” yang tersohor yaitu bio-slurry (ampas biogas), namun saya tidak siap untuk menyaksikannya secara langsung manfaat yang diperoleh dari penggunaan bio-slurry.  Saya cukup beruntung dikirim ke kantor perwakilan Biogas Rumah (BIRU) di Malang, Jawa Timur dimana Pak Wasis, Koordinator Provinsi, bersama dengan timnya yang penuh semangat di sana, memberi saya kesempatan untuk berkunjung ke para pengguna, koperasi, mitra konstruksi biogas dan pabrik Nestle.  Jawa Timur menjadi yang terdepan dengan membangun lebih dari 8.000 reaktor biogas sejak tahun 2009 dan mayoritas para pengguna ini mendayagunakan bio-slurry yang dihasilkan.  Selama saya di sana, saya menyaksikan tidak hanya seberapa banyak uang yang dihemat masyarakat dengan memanfaatkan bio-slurry, namun juga peluang lapangan kerja yang tercipta lewat pemanfaatan bio-slurry.  Artikel ini adalah kesimpulan dari kunjungan saya di Malang, saya ingin berbagi beberapa kisah yang saya dari para pengguna bio-slurry yang saya kunjungi.

Kelompok: Sebuah Inisiatif Program GADING

Kelompok adalah sebuah proyek rintisan dari Program GADING di Jawa Barat yang bertujuan untuk menyediakan pusat pelatihan, dimana para pengguna biogas dapat belajar tentang penggunaan dan pemanfaatan bio-slurry (ampas biogas) yang mereka peroleh.  Pelatihan ini meliputi segala hal terkait bio-slurry, seperti cara penggunaannya dalam budidaya lemna (duckweed), cara memproduksi pupuk dengan kualitas baik dengan memberikan bio-slurry sebagai makanan cacing tanah, cara memperoleh sertifikasi organik untuk pupuk, dan ketrampilan bisnis tentang cara menjualnya sebagai produk akhir.  Kelompok telah berjalan selama satu tahun dan sejauh ini telah menuai keberhasilan.

Solusi Berkelanjutan untuk Masalah yang Selalu Berkembang

Rawa Pening adalah sebuah danau yang berlokasi di Cekungan Ambarawa di Jawa Tengah yang saat ini menghadapi masalah karena berlimpahnya eceng gondok. Kami segera berangkat dengan mobil pagi-pagi sekali dan menuju ke danau yang terletak di sebelah selatan Semarang, hari itu cukup cerah.

Hasil Biogas: Kisah Keberhasilan di Sumba

Saat berkendara melintasi Sumba, hampir tidak mungkin untuk mengalihkan pandangan dari lingkungan sekitar, satu pemandangan indah berganti ke pemandangan indah lainnya berebut menarik perhatian. Sabana dilintasi oleh kuda-kuda, padang rumput pegunungan yang dipenuhi oleh sapi, kambing, serta hutan sebagai habitat dari kera dan berbagai macam burung endemik.

Sejahtera dengan Bisnis Bio-slurry

Tanpa merasa jijik, Amaq Samat turun ke kolam penampungan bio-slurry (ampas biogas) miliknya. Ekspresi riang tergambar jelas di raut mukanya sesaat sebelum kegiatan dimulai. Kedua tangannya mulai menaikkan bio-slurry yang tertampung pada kolam penampungan, mengayunkan sekop naik-turun dengan lincah. Peluh dan percikan bio-slurry mulai membasahi tubuhnya. Butuh waktu hampir setengah jam untuk meniriskan bio-slurry menjadi murni padat.

Kisah Bu Sayemi: Lemna dan Bisnis Telur Bebek

Dusun Pagerjuang, sebuah dusun sejuk nan berbukit, terletak di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta, yang mayoritas penduduknya beternak sapi perah. Ibu Sayemi, 35 tahun, adalah salah satu peternak lokal binaan Program GADING yang sejak September 2016 telah memiliki usaha ternak bebek petelur yang sangat menjanjikan.

  Next ››