Financial Action Learning for Sustainability (FALS) Berbasis Kesetaraan Gender

20 Juni 2020

Pada masa pandemi COVID-19, kebijakan pembatasan sosial sebagai upaya meredam penyebaran virus ini telah mengakibatkan menurunnya tingkat ekonomi masyarakat berbagai golongan. Dari sisi bisnis keuangan, pandemi ini juga berkontribusi terhadap penurunan likuiditas akibat penarikan dana simpanan/tabungan masyarakat di lembaga keuangan, khususnya di Lembaga Keuangan Mikro Koperasi. Dalam pengembangan Program Biogas Rumah (BIRU) menuju sebuah sektor biogas berbasis pasar, Yayasan Rumah Energi (Rumah Energi) terus berupaya mengembangkan kemampuan/kapasitas para Mitra Pelaksana Lapangannya termasuk Lembaga-Lembaga Keuangan Mikro Koperasi sebagai Penyedia Kredit Biogas maupun Mitra Pembangun yang tengah dikembangkan menjadi sebuah RESCO (Renewable Energy Service Company). Implementasi Program BIRU tahun 2019 – 2020 juga mensyaratkan sebuah indikator kesetaraan gender dalam pemasaran teknologi Biogas Rumah. Hal ini juga sebagai upaya pencapaian target SDG ke-5. Bagi Rumah Energi, upaya pemenuhan kesetaraan gender dalam sector Biogas Rumah juga merupakan kelanjutan dari implementasi Gender Action Learning System (GALS) yang telah dilaksanakan di dalam pemasaran teknologi Biogas Rumah dalam Program GADING dan TERANG pada periode 2016 – 2017 di provinsi DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Pulau Sumba). Maka YRE bermaksud untuk melanjutkan pembekalan pengetahuan kesetaraan gender pada Program BIRU yang menitik beratkan kepada pengelolaan keuangan, baik dalam keluarga maupun lembaga. Metologi ini adalah Financial Action Learning for Sustainability, atau FALS.

Di dalam kaitan dengan sektor biogas, pandemi ini juga turut berkontribusi kepada terhentinya minat calon pengguna untuk mengakses fasilitas kredit biogas dan membangun reaktor BIRU pada periode bulan Maret s/d bulan Mei 2020. Kondisi juga ini menunjukkan salah satu masalah yang dihadapi para mitra Program BIRU untuk memasarkan produk terkait Biogas Rumah kepada anggota/nasabah ataupun masyarakat secara luas, yaitu masih rendahnya kesadaran literasi finansial/kemampuan mengelola keuangan di level rumah tangga sampai skala lembaga. Hal ini merupakan salah satu tanggung jawab Lembaga Simpan Pinjam  kepada anggota/nasabahnya dalam mencari metodologi literasi finansial yang mudah diterima, mengutamakan kesetaraan dan dapat disebarluaskan sebagai bentuk pendidikan kepada anggota/nasabah/pelanggannya.

Kondisi saat ini membuat Lembaga Keuangan Mikro perlu untuk mempelajari metodologi FALS sebagai sebuah alternatif pendidikan literasi keuangan (Sadar Mengelola Uang). Metode FALS merupakan sebuah metodologi pemberdayaan pengelolaan keuangan berbasis gender yang diinisisasi oleh Linda Mayoux berdasarkan PALS (Participatory Action Learning System). Metodologi ini mendasarkan kepada 3 elemen, yaitu: pemberdayaan keuangan klien, manajemen performa sosial yang partisipatif dan desain produk yang bertanggung jawab. Sehingga metodologi FALS dapat menciptakan Kemitraan Keuangan yang Bertanggung Jawab antara Klien dan Penyedia Layanan Keuangan yang dapat diaplikasikan dalam berbagai hal, termasuk pemasaran Program Biogas Rumah.  Salah satu ciri unik dari metode FALS, seperti halnya GALS adalah bukan mengedepankan perhitungan rumit, tetapi melalui diagram gambar-gambar simbolik yang mudah dimnegerti. Didalam FALS dan GALS, menggambar adalah media perencanaan.

Pada tanggal 8, 11, 12 dan 13 Mei 2020, Rumah Energi melalui Program BIRU telah melaksanakan uji coba kegiatan pelatihan ToT FALS berbasis pemberdayaan gender secara online. Hal ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya dan berbeda dengan metode pelatihan-pelatihan berbasis gender yang biasanya berbentuk tatap muka langsung dan bersifat diskusi partisipatif kelompok. Hal ini karena mengikuti ketentuan kebijakan PSBB masa pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung. Kegiatan selama 4 hari tersebut difasilitasi oleh Intan Darmawati, konsultan Gender Specialist dari HIVOS dan dihadiri oleh perwakilan-perwakilan terpilih dari 5 Lembaga Keuangan Mikro Koperasi (LPO BIRU) dan lembaga RESCO (IDBP Renewable Energy Service Company) serta perwakilan Kantor Rumah Energi di provinsi Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan. KSP Qarriyah Tayyibah (Jateng) dan KUD Tani Wilis (Jatim) merupakan perwakilan lembaga Koperasi yang terpilih untuk mengikuti kegiatan ini. Selain itu, Rumah Ilham (DIY), MG Sangkareang (NTB) dan CV. Reski Abadi (Sulsel) terpilih untuk mewakili lembaga-lembaga RESCO BIRU.

Intan Darmawati selaku fasilitator sedang menjelaskan materi secara virtual kepada partisipan

Pemahaman konsep FALS dipraktekkan pada pelatihan hari ketiga dengan menggunakan alat/diagram Kalender Manajemen Keuangan (Financial.Management Calendar). Kegiatan hari ketiga tersebut dihadiri oleh 14 orang peserta. Para peserta diminta menggambar diagram Kalender Manajemen Keuangan yang mempunyai tahapan sebagai berikut:

    1. Menentukan tujuan/ impian, menggambar lingkaran merah diujung kanan atas (sesuai perjalanan impian);
    2. Menuliskan kondisi awal di sudut kiri bawah dengan warna hitam;
    3. Menggambar jalan untuk menggambarkan net income, hutang dan pengembalian hutang, pendapatan usaha dan kredit dengan jangka waktu 6 bulan sampai1 tahun;
    4. Mengisi peluang diatas jalan sesuai dengan kapan (bulan) peluang tersebut ada, setiap bulan minimal 1 peluang tambahan untuk memperoleh income;
    5. Mengisi tantangan di bawah jalan, tantangan diisi berdasarkan bulan (pengeluaran besar);
    6. Mengisi lingkaran hitam dengan kondisi saat ini;
    7. Analisis pada kompartemen (setiap bulan).

Secara garis besar, uji coba kegiatan pelatihan FALS secara online tersebut berhasil dilaksanakan dan mencapai tujuan dan keluaran yang diinginkan. Faktor penghambat teknis selama kegiatan hanya berasal dari sinyal koneksi internet yang terkadang kurang bagus di beberapa daerah peserta. Hal ini menyebabkan beberapa peserta tidak dapat mengikuti sesi pelatihan secara maksimal. Namun, kendala ini dapat teratasi dengan kerjasama dan saling membantu antar peserta yang baik. Kegiatan ini diapreasiasi positif   oleh para peserta. Peserta dari Lembaga Keuangan Mikro yang hadir di dalam kegiatan ini. Mereka mendapatkan sebuat metode alternatif yang ramah gender dalam peningkatan literasi keuangan dari anggota/nasabah mereka, sekaligus dapat diaplikasikan di dalam memasarkan produk kredit biogas. Sedangkan dari perwakilan RESCO BIRU, mereka mendapatkan pengetahuan metode yang memudahkan lembaga-lembaga RESCO dalam menganalisa kemampuan klien pada saat memasarkan teknologi Biogas Rumah. Kegiatan ini juga diapresiasi positif oleh staf perwakilan Provinsi Rumah Energi karena mendapatkan pengetahuan metode yang dapat diterapkan di dalam perencanaan pengelolaan keuangan keluarga masing-masing. Dan mereka akan mendukung para mitra pelaksana lapangan Program BIRU dalam mengaplikasikan metode ini untuk mencapai target program BIRU. Sehingga nantinya metode pelatihan FALS secara online dapat dilaksanakan dengan skala yang lebih besar yang nantinya melibatkan keikutsertaan lebih banyak lembaga Mitra BIRU dan akan dilaksanakan pada minggu kedua bulan Juni 2020.

Share this: